Rumah tahan bencana

WASHINGTON - Dampak perubahan cuaca yang ekstrim sebagai salah satu dampak pemanasan global, menyebabkan berbagai daerah rentan diguncang bencana alam.

Para arsitek dan ilmuwan rupanya tanggap menjawab tantangan perubahan alam ini. Mereka bekerjasama merancang rumah tahan bencana. Rumah yang juga disebut sebagai rumah produk do-it-yourself ini bisa dibangun sendiri dengan panduan dari buku petunjuk.

New Scientist, Minggu (10/5/2009) melansir, karena berbagai keunggulannya, rumah tahan bencana berbentuk kubah ini menarik perhatian masyarakat untuk membeli dan membangunnya.
Di beberapa daerah di Amerika yang sering diterpa badai, sudah banyak dibangun rumah seperti ini. Pada saat terjadi bencana badai Katrina, struktur rumah tetap berdiri kokoh meski interior rumah berantakan.

Belanda pun tidak mau kalah berinovasi ditengah terpaan bencana. Karena sering terjadi banjir, ilmuwan dan arsitek di sana lebih memilih merancang rumah yang bisa mengapung.


Sebuah perusahaan arsitektur Belanda, Koen Olthuis merancang rumah yang tahan bencana yang disebut Waterstudio. Rumah apung tersebut sengaja dirancang agar bisa bertahan di tengah luapan air yang menggenang.

Namun yang perlu diingat adalah, bagaimanapun cemerlangnya ide para arsitek dan ilmuwan tersebut, bencana alam akan senantiasa menghampiri jika manusia mengabaikan kelestarian lingkungan.
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

0 komentar:

Posting Komentar